1. Pendahuluan
Program Literasi Sekolah SDN 173 Neglasari diselenggarakan sebagai upaya membangun budaya membaca, berkarya, dan bertutur yang kuat di lingkungan sekolah1. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi sebagai kemampuan memahami, mengolah, dan mengomunikasikan informasi secara kreatif dan bermakna, baik secara lisan maupun tulisan. Keterampilan berbahasa lisan (berbicara) yang mencakup menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, berbicara di depan audience, dan membuat dialog, merupakan keterampilan penting yang harus diasah sejak dini.
Program ini merupakan bagian dari penguatan Pembiasaan Literasi Nasional, sekaligus menjadi ciri khas SDN 173 Neglasari dengan adanya kegiatan Ekstrakurikuler Koceak 173 Bertutur, Silent Reading, dan berbagai penampilan literasi berbasis seni.
2. Tujuan Program Literasi Sekolah
Secara umum, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan berbahasa siswa 444melalui kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan spesifiknya meliputi:
- Meningkatkan kemampuan membaca pemahaman murid.
- Melatih keberanian, keluwesan bertutur, dan keterampilan berbicara di depan umum6666.
- Menumbuhkan kreativitas murid dalam seni bertutur seperti drama, kabaret, rampak puisi, membaca nyaring, dan dongeng.
- Membentuk budaya sekolah yang literat, positif, dan menyenangkan.
- Memberikan wadah bagi murid untuk mengekspresikan kemampuan berbahasa lisan secara natural, sistematis, dan berkelanjutan.
- Menyediakan kesempatan tampil yang terjadwal dan terstruktur untuk meningkatnya kepercayaan diri murid
3. Bentuk Kegiatan Literasi
A. Silent Reading (Rabu Literasi)
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Waktu | Setiap hari Rabu, pukul 07.00–07.20 |
| Durasi | 20 menit |
| Sasaran | Seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan |
Deskripsi Kegiatan:
Setiap Rabu pagi, seluruh warga sekolah melakukan kegiatan membaca hening (Silent Reading).
Murid diperbolehkan membawa buku sendiri atau membaca dari perpustakaan kelas/sekolah.
Guru ikut membaca sebagai teladan.
Setelah membaca, 2–3 murid secara bergiliran membagikan ringkasan singkat atau kesan bacaan di kelas.
Tujuan
- Menumbuhkan kebiasaan membaca rutin.
- Mengembangkan minat baca sesuai pilihan buku masing-masing.
- Meningkatkan kemampuan menceritakan kembali bacaan secara sederhana.
B. Koceak 173 Bertutur
Program unggulan SDN 173 Neglasari yang berfokus pada kemampuan bertutur, bercerita, membaca nyaring, dan pertunjukan bahasa untuk mengasah keterampilan berbahasa lisan siswa. KOCEAK merupakan singkatan dari Kelompok Cerdas Aktif
B.1. Sejarah Singkat
Ekstrakurikuler Koceak 173 Bertutur lahir dari kebutuhan murid untuk memiliki wadah berlatih berbicara, mengekspresikan gagasan, dan tampil percaya diri
- Kondisi Awal (Pasca-PTMT): Pertengahan tahun 2022, pada saat Pertemuan Tatap Muka Terbatas (PTMT), anak-anak menunjukkan kebingungan dan kekakuan untuk berbicara bebas di depan guru dan teman, serta enggan bercerita atau hanya menggunakan kalimat singkat13. Ini menjadi keprihatinan mengingat anak seharusnya dapat mengeksplorasi kemampuan berbahasanya14.
- Awal Inisiasi: Awalnya dimulai dari lomba bertutur yang diadakan oleh Disarpus (Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan), di mana anak-anak mengunggah video menuturkan buku yang dibaca. Anak-anak yang ikut lomba menjadi aktif bercerita di depan kelas15.
- Permintaan Murid: Murid lain yang melihat bercerita itu mudah menjadi tertarik dan meminta dibuatkan jadwal tetap untuk bergiliran membacakan cerita16.
- Perkembangan: Kegiatan bercerita berpindah dari dalam kelas, ke kelas lain, hingga akhirnya ke panggung permanen sekolah saat pembiasaan READHATON setiap Hari Rabu.
- Pembentukan Ekstrakurikuler: Akhirnya dibentuklah Ekstrakurikuler Koceak 173 Bertutur.
B.2. Struktur dan Pembina Ekstrakurikuler
- Nama Resmi: Ekstrakurikuler Koceak 173 Bertutur.
- Kepanjangan KOCEAK: Kelompok Cerdas Aktif.
- Tanggal Dibentuk: Sejak Bulan Mei 2022.
- Pembina: Bu Desi Oktoriana, Bu Netta Novelianti, Bu Uswatun Thobri Widiyanti (Widi), dan Bu Laras Vismaia Utami. (Ekstrakurikuler ini dibimbing oleh Ibu Desi Oktoriana dan beberapa rekan sejawat yang tertarik dalam mengembangkan keterampilan berbahasa anak).
B.3. Bentuk Kegiatan Koceak 173 Bertutur
1) Latihan Rutin Koceak 173 (Setiap Hari Selasa)
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Waktu | Selasa selepas belajar (jadwal disesuaikan) |
| Peserta | Anggota ekstrakurikuler Koceak 173 Bertutur |
Jenis Latihan:
- Latihan membaca nyaring
- Latihan bercerita (dongeng, personal storytelling, booktalk)
- Latihan drama mini & kabaret
- Latihan rampak puisi
- Teknik vokal, intonasi, artikulasi, dan ekspresi
- Latihan mempresentasikan buku yang telah dibaca
- Latihan dilakukan bertahap, mulai dari pembiasaan suara, ekspresi, penguasaan panggung, hingga kerja kelompok untuk penampilan.
2) Penampilan “Koceak 173 Bertutur” (Setiap Rabu)
Bentuk Penampilan:
- Drama pendek bertema literasi atau cerita rakyat
- Pertunjukan kabaret, Rampak puisi
- Membaca nyaring (read aloud)
- Storytelling oleh kakak-adik tandeman
- Booktalk (menceritakan buku yang dibaca)
- Pertunjukan monolog kreatif
Setiap minggu ada giliran kelas atau anggota ekstrakurikuler yang tampil sehingga semua murid mendapatkan kesempatan24.
Manfaat yang Terlihat:
Setelah berjalan hampir setahun, rata-rata anak yang ikut ekstra kurikuler Koceak 173 Bertutur memiliki2525:
- Kemampuan berbahasa, terutama menyampaikan pendapat, jauh lebih luwes.
- Kosa kata yang dimiliki lebih beragam.
- Meningkatnya kepercayaan diri karena sering tampil di depan umum.
- Rasa semangat belajar semakin terpacu.
4. Sistem Pelaksanaan Program
A. Jadwal Mingguan Literasi
| Hari | Kegiatan | Penanggung Jawab |
|---|---|---|
| Selasa | Latihan Koceak 173 Bertutur | Tim Literasi + Pembina Ekskul |
| Rabu | Silent Reading | Semua Guru & Murid |
| Rabu | Penampilan Literasi Koceak 173 | Tim Literasi & Guru Piket |
B. Mekanisme Seleksi & Penampilan
- Murid dapat mendaftar menjadi anggota Koceak 173 atau tampil mingguan.
- Setiap penampilan dipersiapkan pada hari Selasa.
- Guru memberikan evaluasi ringan pasca penampilan (intonasi, ekspresi, pemahaman isi).
- Dokumentasi disimpan dalam folder khusus literasi sekolah & media sosial sekolah.
- Penampilan terbaik dipilih setiap bulan sebagai “Duta Literasi Bulanan”.
5. Struktur Organisasi Tim Literasi Sekolah
Tim Literasi Sekolah SDN 173 Neglasari
- Ketua Tim Literasi: Desi Oktoriana, A.KS., S.Pd. 26
- Anggota Inti Tim Literasi & Pembina Ekskul Koceak 173 Bertutur:
- Netta Novelianti, S.Pd.
- Uswatun Tobri Widiyanti, S.Pd.
- Laras Vismaia Utami, S.Pd.
- Pendukung Kegiatan: Seluruh guru kelas dan guru mata pelajaran yang membantu pelaksanaan kegiatan literasi harian, dokumentasi, serta pendampingan murid.
6. Indikator Keberhasilan Program
Program dikatakan berhasil jika.
- Siswa sudah berani untuk maju membacakan cerita di depan umum.
- Siswa sudah berani menjawab pertanyaan dengan kalimat yang baik.
Secara umum, indikator keberhasilan program adalah:
- Meningkatnya rata-rata minat baca dan jumlah buku yang dibaca murid.
- Murid lebih berani berbicara di depan umum dan menyampaikan pendapat jauh lebih luwes.
- Meningkatnya kualitas penampilan literasi mingguan.
- Munculnya karya-karya kreatif seperti buku kecil, puisi, drama mini.
- Semakin banyak murid yang terlibat dan berinisiatif tampil.
- Kemampuan berbahasa lisan siswa sudah mulai terlihat tumbuh dalam tiga bulan pelaksanaan program Koceak 173 Bertutur29.
7. PenutupProgram Literasi Sekolah SDN 173 Neglasari, dengan Ekstrakurikuler Koceak 173 Bertutur sebagai unggulan, merupakan upaya berkelanjutan untuk menumbuhkan generasi pembelajar sepanjang hayat, kreatif, komunikatif, dan percaya diri. Sinergi antara guru, murid, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan program ini sehingga literasi benar-benar menjadi budaya dalam kehidupan sekolah.
